Tradisi Ruwatan Anak Gimbal, Dieng

Masyarakat Dataran Tinggi Dieng memiliki fenomena yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, dimana adanya anak-anak yang terlahir dengan rambut yang gimbal. Karena anak-anak yang berambut gimbal tidak mempunyai riwayat keluarga yang berambut gimbal. Masyarakat mempercayai bahwa anak-anak berambut gimbal adalah titipan dari Kyai Kolo Dete. Seseorang penggawa pada masa Mataram Islam pada abad ke 14.

Anak-anak yang berambut gimbal akan di potong rambutnya jika dari anak tersebut yang minta dipotong rambutnya saat upacara ruwutan rambut anak gimbal.

Ruwatan rambut gimbal adalah dimana, anak-anak yang berambut gimbal akan dipotong rambutnya.

Courtesy : thejakartapost

Sebelum rambut anak-anak ini dipotong, ada berbagai ritual yang harus dilakukan terlebih dahulu. Rangkaian dimulai dari beberapa hari sebelum upacara. Para Tetua adat akan melakukan ziarah ke tempat-tempat yang dipercayai menjadi tempat sakral atau suci dan juga mengambil air dari tujuh sumber mata air yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Tempat-tempat yang diziarahi berjumlah 21 dan sudah termasuk tujuh sumber mata air.

Biasanya prosesi ini dilakukan selama satu hari atau beberapa hari saja. Ziarah ini dilakukan untuk meminta izin agar upacara yang akan dilakukan berjalan dengan lancar dan upacara ruwatan ini akan membawa berkah untuk si anak, keluarga dan juga untuk masyarakat Dieng.

Pada hari pelaksanaan upacara, dimulai pada pagi hari. Anak-anak yang siap akan diruwat berkumpul di rumah tetua adat. Di setiap bagian desa terdapat seorang tetua adat. Tetua adat yang akan memimpin upacara pemotongan rambut masal. Selain anak-anak turut juga berkumpul kelompok kesenian, tetua adat dan juga wanita pengiring yang membawa berbagai macam makanan dan persembahan yang biasanya disebut dengan nama domas. Lalu langsung untuk mengelilingi kampung.

Ritual ini sendiri dimulai dengan perarakan menuju Candi Arjuna. Tempat pertama yang di datangi adalah Sedang Sedayu. Anak-anak berambut gimbal akan memulai dengan ritual pensucian atau penjamasan dimata air ini. Setelah itu, menuju ke Dharmasala untuk merapikan pakaian. Upacara ini langsung dilanjutkan untuk menuju ke salah satu candi yang berada di kompleks Arjuna. Di candi inilah dilakukan upacara pemotongan rambut gimbal.

Courtesy : mangabay

Setelah rambut dipotong, rambut-rambut gimbal tersebut akan dilarung di sumber air di Dieng. Biasanya Telaga Warna. Telaga Balaikambang atau Sungai Serayu yang akan menjadi tempat pelarungan rambut gimbal tersebut. Setelah prosesi ini, rambut gimbal pada anak tersebut tidak akan tumbuh lagi.

Pemotongan rambut juga bisa diakukan dengan keluarga saja, dengan syarat pihak keluarga hanya perlu melakukan sesuatu hal yang sangat sederhana saja seperti, mengadakan pengajian, menyediakan beberapa sesaji terutama tumpeng dan memenuhi permintaan dari sang anak.

Permintaan anak ini juga diyakini sesuatu yang harus dipenuhi, permintaan ini bisa saja seperti makanan, benda atau yang lain-lain. Masyarakat Dieng mempercayai jika sebenarnya yang meminta sesuatu permintaan bukanlah sang anak melainkan mahluk lain yang menjaga sang anak.

Biasanya pemotongan rambut ini tidak dilakukan dengan melihat perhitungan atau tanggal-tanggal tertentu. Biasanya pemotongan rambut ini dilakukan pada bulan Juni sampai bulan Agustus yang bertepatan dengan hari libur anak-anak sekolah.

Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Untuk Sobat Lapaktrip yang ingin berkunjung ke sini, Lapaktrip menyedikan paket liburan ke Dataran Tinggi Dieng loh.

Pesan sekarang hanya di www.Lapaktrip.com

Cover Photo : wego

You May Also Like

Apa Itu Mitra Lapaktrip?

Apa Itu Mitra Lapaktrip?

Tipe - Tipe Destinasi Liburan Berdasarkabn Zodiak

Tipe Tipe Destinasi Liburan Berdasarkan Zodiak

Kenapa Liburan Pake Lapaktrip?

Kenapa Liburan Pake Lapaktrip?

Berkenalan Dengan Trippy, Maskot Dari Lapaktrip!

Berkenalan Dengan Trippy, Maskot Dari Lapaktrip!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *